Anti Gagal Klaim Asuransi, Berikut Tipsnya
2 mins read

Anti Gagal Klaim Asuransi, Berikut Tipsnya

Salah satu masalah yang mungkin dihadapi oleh para peserta asuransi adalah adanya gagal klaim. Padahal kondisi ini bisa saja terjadi akibat ketidaktelitian kita sebagai peserta asuransi di Indonesia, sehingga menyebabkan kerugian berupa gagal klaim. untuk menghindari hal tersebut, berikut tipsnya, diantaranya memahami polis asuransi, memenuhi berkas yang diperlukan dalam proses klaim, serta tidak melanggar prinsip niat baik.

1. Pahami polis asuransi yang kalian miliki

Setiap asuransi memiliki beragam manfaat tergantung pada jenis produk asuransi yang dipilih. Selain itu, setiap Perusahaan Asuransi juga memiliki kebijakan yang berbeda dibanding dengan Perusahaan Asuransi lainnya jika dilihat dari jangka waktu, persyaratan pertanggungan serta pengajuan klaim asuransi yang harus dipahami  dengan seksama oleh debitur. Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak asuransi atau bank terkait jika terjadi kendala atau ada masalah yang ingin ditanyakan. Hal ini berkaitan dengan hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh debitur. Dengan aktif bertanya, kita sebagai debitur juga akan paham terhadap polis asuransi yang kita miliki dan bagaimana cara klaimnya kelak.

2. Memenuhi berkas yang diperlukan untuk proses klaim asuransi

Persiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam proses klaim asuransi, beberapa contohnya adalah berkas terkait kondisi serta riwayat kesehatan. Selain itu isilah dengan jujur data-data yang diperlukan, karena jika pihak perusahaan asuransi mengetahui ada data yang sengaja disembunyikan atau ternyata tidak diisi dengan lengkap, maka hal itu dapat menggugurkan klaim asuransi kita juga lho, sehingga perusahaan berhak tidak membayar klaim. Jadi isilah data-data yang diperlukan secara lengkap dan jujur ya.

3. Tidak melanggar prinsip niat baik.

Asuransi di Indonesia menerapkan prinsip niat baik atau biasa dikenal dengan istilah “The Principle of Utmost Good Faith”. Prinsip ini merupakan pondasi utama dalam kontrak antara debitur dengan perusahaan asuransi agar dapat berjalan dengan baik. Kejujuran dan keterbukaan merupakan syarat yang penting, karena pada dasarnya kan asuransi ini tentang kepercayaan, di mana debitur mempercayakan sejumlah premi setiap bulannya untuk dibayarkan kepada pihak penyedia asuransi dan di saat yang sama pihak penyedia asuransi juga harus bersedia menanggung risiko debitur berdasarkan kondisi dan riwayat kesehatan yang telah diberikan debitur kepada pihak penyedia asuransi. Itu sebabnya prinsip niat baik ini dijunjung tinggi dalam kontrak asuransi dan tentu saja pelanggaran terhadap prinsip ini dapat menjadi pemicu penolakan terhadap klaim asuransi kalian nantinya lho. Jadi jangan dilanggar ya.

Nah selain 3 hal tadi, kalian juga tidak boleh lupa untuk selalu membayar premi setiap bulan secara rutin dan tepat waktu ya. Tentu saja karena pembayaran premi yang tidak tepat waktu bisa menjadi pertimbangan untuk penolakan klaim kalian kelak. Yuk jadi nasabah dan debitur yang baik dan taat peraturan, supaya klaim kalian tidak menemui masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *